
Pernahkah kamu merasa kurang perhatian? Pernahkah kamu melakukan sesuatu secara sengaja untuk mendapat perhatian? Apakah kamu melakukan cara manipulatif untuk mendapat perhatian? Jika ya, kamu harus baca ini!
Gejala Sindrom
Sebagai makhluk sosial, kita tentu membutuhkan orang lain, misalnya seperti diperhatikan oleh orang lain. Terkadang, kita mendapat perhatian yang kita inginkan dan kadang juga tidak. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mendapat perhatian orang lain, termasuk berpura-pura sakit atau melebih-lebihkan kejadian dalam hidupnya untuk mendapat simpati orang lain.
Gejala ini disebut dengan Munchausen Syndrome atau Sindrom Munchausen. Penyakit mental ini dapat dikategorikan sebagai penyakit yang cukup serius karena kebiasaan melebih-lebihkan atau memanipulasi tersebut. Orang dengan penderita sindrom ini biasanya ditemukan pada rentang usia dewasa muda (18-25 tahun).
Penderita Munchausen Syndrome identik dengan perilaku berpura-pura sakit, selalu meletakkan diri sebagai korban pada setiap kejadian masa lalu, dan perilaku lain yang terkesan melebih-lebihkan agar mendapat simpati orang lain.
Ciri-ciri Utama
Ciri utama penderita Munchausen Syndrome tersebut terbagi atas serangkaian kegiatan yang mengarah pada manipulasi guna memperoleh perhatian. Kegiatan yang dimaksud dapat diidentifikasi sebagai berikut :
- Membuat dirinya seolah benar-benar mengalami gangguan kesehatan.
- Membuat riwayat kesehatan palsu.
- Membahayakan diri sendiri, seperti melukai diri atau menyuntikkan diri secara sengaja dengan bahan berbahaya.
- Berusaha mencegah penyembuhan.
- Memanipulasi hasil pemeriksaan medis.
- Mengarang kondisi kesehatan kepada keluarga, kerabat, dan dokter atau perawat.
- Menceritakan gejala penyakit yang berubah-ubah.
- Membuat surat sakit yang tidak berhubungan dengan kondisi kesehatan sebenarnya.
- Hanya boleh dikunjungi orang-orang tertentu apabila dirawat inap.
- Selalu berdebat dengan staf rumah sakit apabila hendak dilakukan penanganan.
- Secara umum, penderita Munchausen Syndrome akan merasakan kepuasan tersendiri apabila kebohongannya mampu mengundang simpati banyak orang, sehingga terdorong untuk melakukannya lagi.
Faktor Penyebab
Gejala ini tentu disebabkan oleh sejumlah faktor, namun untuk faktor pasti penyebab Munchausen Syndrome masih membutuhkan riset mendalam. Beberapa hal yang diduga menjadi faktor munculnya gejala Munchausen Syndrome dapat diidentifikasi sebagai berikut.
- Trauma masa kecil yang diakibatkan kekerasan, baik fisik maupun verbal.
- Gangguan kepribadian sejak kecil (antisosial, borderline atau sulit mengontrol perasaan, dan narsistik atau merasa dirinya spesial sehingga takut dianggap tidak berharga).
- Kurang percaya terhadap identitas diri.
Dalam beberapa kasus, penyakit Munchausen Syndrome sering disamakan dengan penyakit lain, seperti Hypochondria dan Malingering, padahal ketiganya merupakan penyakit yang berbeda. Hypochondria atau Hypochondriasis merupakan penyakit dimana seseorang memiliki sifat takut berlebihan pada sebuah gejala sakit dan menganggap hal-hal yang berkaitan dengan fungsi tubuh seperti berkeringat, nyeri pada tubuh, letih, dan lain-lain sebagai sebuah penyakit berat.
Di sisi lain, Malingering adalah bentuk perilaku seseorang yang melakukan pemalsuan riwayat penyakit guna mendapat keuntungan pribadi, misalnya mendapat cuti sakit, menghindari pekerjaan, atau mendapat kompensasi khusus.
Menghindari Sindrom
Nah, seperti itulah kira-kira gambaran Munchausen Syndrome, rumit bukan? Buat kamu yang merasa butuh perhatian atau kurang dapat perhatian, kamu tidak harus sampai menjadi drama queen untuk mendapat perhatian. Kamu bisa kok mendapat perhatian melalui hal-hal positif, seperti melakukan kegiatan sosial, mencetak prestasi secara akademik maupun non akademik, membuat karya-karya, dan masih banyak lagi, tentunya semua harus kamu lakukan dengan ikhlas ya! Semoga bermanfaat!
(Ditulis oleh : Riza)
Referensi :
- Juniarta, Fitri. (2016, Maret 14). Sindrom Munchausen, Pura-Pura Sakit untuk Mendapat Perhatian. Diakses pada 11 Oktober 2020. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2697263/sindrom-munchausen-pura-pura-sakit-untuk-mendapat-perhatian
- Meadow, Roy. (1982). Munchausen Syndrome by Proxy. Archieves of Disease in Childhood, 57, 92-98.
Official Admin. (2011, September 8). Sindrom Munchausen, Cari Perhatian dengan Pura-Pura Sakit. Diakses pada 11 Oktober 2020. https://health.detik.com/penyakit/d-1717929/sindrom-munchausen-cari-simpati-dengan-pura-pura-sakit - Putri, Nina Hertiwi. (2019, Juni 13). Sindrom Munchausen. Diakses pada 11 Oktober 2020. https://www. sehatq.com/penyakit/ sindrom-munchausen
