Demensia pada Usia Lanjut, Penyebab dan Pencegahannya

demensia

Demensia adalah sindrom, biasanya bersifat kronis atau progresif yang mengarah pada penurunan fungsi kognitif (yaitu kemampuan untuk memproses pikiran) yang merupakan konsekuensi biasa dari penuaan biologis. 

Daftar Isi :

1. Pengertian.
2. Alzheimer dan Demensia
3. Tanda dan Gejala
4. Penyebab
5. Faktor Risiko dan Pencegahan
6. Pengobatan dan Perawatan

1. Pengertian

Demensia sering dan umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi ini mempengaruhi memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian terhadap sesuatu. Kesadaran sendiri tidak terpengaruh; namun terjadi penurunan fungsi kognitif yang umumnya disertai dan terkadang didahului, oleh perubahan suasana hati, kontrol emosi, perilaku, atau motivasi.

Demensia saat ini merupakan penyebab kematian ketujuh di antara semua penyakit dan salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan pada usia lanjut. Demensia memiliki dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi, tidak hanya bagi penderitanya, tetapi juga bagi orang di sekitarnya, pengasuh, keluarga, dan masyarakat pada umumnya. Sering terjadi kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang demensia dari orang didekatnya, yang dapat menimbulkan hambatan untuk diagnosis dan perawatan.

2. Alzheimer dan Demensia

Banyak orang menggunakan istilah Alzheimer dan Demensia seolah olah serupa atau sejenis, penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum, namun tidak semua orang dengan demensia menderita Alzheimer.

Demensia adalah gangguan otak yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan penyakit Alzheimer adalah salah satu bentuk demensia dengan dampak yang ditargetkan pada bagian otak yang mengontrol kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan berkomunikasi dengan bahasa.

3. Tanda dan Gejala

Demensia memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, bergantung pada penyebab yang mendasarinya, kondisi kesehatan lain, dan fungsi kognitif orang tersebut sebelum jatuh sakit. Tanda dan gejala yang terkait dengan demensia dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tahapan. 

1) Tahap Awal
Pada tahap awal demensia sering diabaikan karena gejalanya tidak begitu berpengaruh. Gejala umum yang mungkin muncul adalah :

    • kelupaan
    • kehilangan jejak waktu
    • tersesat di tempat-tempat yang dikenal.

2) Tahap Medium
Ktika demensia berkembang dari tahap awal ke tahap medium, maka tanda dan gejala menjadi lebih jelas dan mungkin muncul gejala sbb :

    • menjadi pelupa peristiwa baru-baru ini dan nama orang
    • menjadi bingung saat berada di rumah
    • semakin sulit berkomunikasi
    • membutuhkan bantuan dengan perawatan pribadi
    • mengalami perubahan perilaku, termasuk mengembara dan bertanya berulang-ulang

3) Tahap Akhir
Pada tahap akhir demensia adalah terjadi salah satu bentuk ketergantungan dan ketidakaktifan yang hampir total. Gangguan memori serius dan tanda serta gejala fisik menjadi lebih jelas dan mungkin timbul gejala sbb :

    • menjadi tidak sadar akan waktu dan tempat
    • mengalami kesulitan mengenali kerabat dan teman
    • memiliki kebutuhan yang meningkat untuk dibantu perawatan diri
    • mengalami kesulitan berjalan
    • mengalami perubahan perilaku yang dapat meningkat dan termasuk agresi.

4. Penyebab

Demensia diakibatkan oleh berbagai penyakit dan cedera yang terutama atau sekunder mempengaruhi otak, seperti penyakit Alzheimer atau stroke.

Penyebab demensia dapat dikelopokkan menjadi 2 (dua) jenis ; yaitu : penyebab yang dapat dicegah, dan penyebab karena penyakit tertentu.

1) Penyebab yang Dapat Dicegah

Penyebab yang dapat dicegah antara lain adalah :

    • Konsumsi zat terlarang dalam jangka panjang.
    • Kekurangan Viotamin B12.
    • Gula Darah Rendah.
    • Tumor Otak (yang dapat diangkat).
    • Hidrosefalus tekanan normal.
    • Pendarahan di kepala.
    • Obesitas atau kolesterol tinggi.
    • Faktor Merokok.

2) Penyebab Karena Penyakit

Penyebab yang ditimbulkan oleh penyakit; antara lain adalah : Alzheimer; ditandai dengan perubahan perilaku akibat gangguan otak secara perlahan;  Demensia Vaskular; menyebabkan kematian sel otak dan stroke;  Demensia Lewy Body (Non Vaskular); menimbulkan halusinasi visual hingga gejala parkinson.; Demensia Frontotemporal (Non Vaskular); menimbulkan kelainan perilaku, bahasa, dan kesulitan berfikir.

5. Faktor Risiko dan Pencegahan

Meskipun usia adalah faktor risiko demensia terkuat yang diketahui, itu bukanlah konsekuensi penuaan biologis yang tak terhindarkan. Studi menunjukkan bahwa orang dapat mengurangi risiko penurunan kognitif dan demensia dengan cara melakukan aktifitas fisik, tidak merokok, menghindari penggunaan alkohol, mengontrol berat badan, makan makanan yang sehat, dan menjaga tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah. Faktor risiko tambahan termasuk depresi, isolasi sosial, pendidikan rendah, ketidakaktifan kognitif dan polusi udara.

6. Pengobatan dan Perawatan

Saat ini tidak ada pengobatan yang tersedia untuk menyembuhkan demensia. Obat anti-demensia dan terapi pengubah penyakit yang dikembangkan sampai saat ini memiliki kemanjuran yang terbatas dan terutama diberi label untuk penyakit Alzheimer, meskipun banyak perawatan baru sedang diselidiki dalam berbagai tahap uji klinis.

Selain itu, banyak yang dapat ditawarkan untuk mendukung dan meningkatkan kehidupan penderita demensia dan pengasuh serta keluarga mereka. Tujuan utama untuk perawatan demensia adalah:

  • diagnosis dini untuk mempromosikan manajemen dini dan optimal
  • mengoptimalkan kesehatan fisik, kognisi, aktivitas dan kesejahteraan
  • mengidentifikasi dan mengobati penyakit fisik yang menyertainya
  • memahami dan mengelola perubahan perilaku
  • memberikan informasi dan dukungan jangka panjang kepada pengasuh.


Referensi :

  1. WHO, World Health Organozation; Dementia
  2. Healthline; Symptom of Dementia
  3. RS Krakatau Medika; Pikun, Demensia Usia Lanjut, Penyebab dan Pencegahannya


Baca Juga :

  1. Tips Menumbuhkan Self Esteem & Kepercayaan Diri pada Anak
  2. Jenis, Cara Memilih dan Menerapkan Gaya Kepemimpinan

Artikel Menarik Lainnya

Self Awareness (Kesadaran diri) adalah kemampuan untuk memikirkan gaya hidup secara objektif dan...

Self Efficacy dapat diartikan sebagai keyakinan diri seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki...

Emosi merupakan kodisi mental yang disebabkan oleh perubahan neurofisiologis, yang terkait dengan...

Pernah mendengan atau mengalami istilah “Deja Vu?”. Deja Vu adalah salah satu istilah yang...

 

INSAN-Q
Ruko Bonakarta Blok A No. 30
Masigit, Jombang,
Kota Cilegon,
Banten 42415

 

|   |   |   | |

 

INSAN-Q Home
Komp. BBS 3 Blok A4 No. 14
RT17/RW09, Ciwaduk,
Kota Cilegon,
Banten 42415