Penelitian Optimisme Pada Pasien Dengan Rehabilitasi

Diindonesia pernah dilakukan penelitian mengenai optimisme dan pasien dengan rehabilitasi medik. Penelitian tersebut penelitian tersebut dilakukan oleh Isma [2013] pada 66 partisipan orang indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan optimisme sebagai variabel 1 dan subjective well-being sebagai variabel 2. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian berdasarkan pengukuran variabel pada partisipan untuk mendapatkan skor yang biasanya nilai numerik dianalisis secara statistikal sehingga dapat memperoleh kesimpulan dan interpretasi [Gravetter & Forzano, 2009].
Dalam penelitian ini digunakan strategi penelitian korelasional. Strategi korelasional ini sendiri merupakan tehknik untuk menilai hubungan antara dua variabel yang ada secara alami atau natural pada setiap partisipan dimana tidak ada upaya untuk mengontrol atau memanipulasi variabel yang diteliti [Gravetter & Wallnau, 2007] Desain penelitian ini adalah field study, yakni desain penelitian non-eksperimental dimana variabel penelitian tidak dimanipulasi dan tidak dikontrol. Variabel optimisme dan subjective well-being pada subjek penelitian ini bersifat terberi, sehingga peneliti tidak dapat melakukan, manipulasi dalam penelitian ini.
Menurut Kerlinger dan Lee [2000], desain penelitian seperti ini tepat digunakan pada penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan dan interaksi variabel-variabel psikologis, sosiologis, dan pendidikan dalam struktur sosial. Proses pengambilan sampel dalam penelitian ini akan menggunakan tehknik nonprobability sampling,yaitu ketika peneliti tidak mengetahui dengan pasti ukuran populasi atau anggota dalam suatu populasi. Metode nonprobability sampling yang akan diaplikasikan adalah convenience sampling, Dimana kelompok subjek dinilai dapat memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian [Kumar, 1996].
