Pengurangan Tingkat Stress Dengan Optimisme Dan Perceived Social support Pada Mahasiswa Bidikmisi Di UI  

Pengurangan Tingkat Stress Dengan Optimisme Dan Perceived Social support Pada Mahasiswa Bidikmisi Di UI

Mahasiswa, dalam hal ini khususnya mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di UI, dengan berbagai tuntutan dan masalah yang dihadapinya, dituntut untuk selalu memiliki keyakinan dalam menghadapi segal a rintangan yang sedang dihadapinya tersebut. Mereka harus tetap yakin bahwa hasil yang baik akan datang kepada mereka jika mereka tetap berusaha. Dengan kata lain, mereka harus selalu optimis. Optimisme berkaitan dengan tingkat stress, neurotis, kecemasan, dan tingkat ketidakberdayaan yang rendah. Optimisme juga dapat mencegah munculnya stress, meningkatkan well-being dan berkaitan dengan penggunaan strategi coping yang efektif [Srivastava and angelo, 2009].

Perceived social support dengan optimisme saling berkaitan, pada beberapa penelitian sebelumnya, telah terbukti bahwa optimisme berhubungan dengan perceived social support [park and folkman, dalam brisette, Scheier and Carver, 2002].

Optimisme merupakan suatu keyakinan akan munculnya hal baik secara umum, sementara perceived social support merupakan sesuatu yang lebih baik spesifik dari optimisme, yaitu keyakinan akan adanya hal baik [dalam hal ini berupa social support] didalam konteks yang lebih spesifik [hubungan dekat individu dengan lingkungan sosialnya], sehingga hal ini dapat menjelaskan mengapa optimisme dan perceived social support berhubungan. Peneliti memiliki dugaan bahwa hubungan antara optimidme dan perceived social support dikarenakan ketika individu yakin akan datangnya hal ba

ik dan memiliki pandangan positif dalam menghadapi segala kesulitan yang dihadapinya, ia juga akan merasa yakin bahwa ada orang lain yang dapat memberikan dukungan maupun bantuan keadaannya disaat ia membutuhkannya [Srivasta dan angelo, 2009]

Perceived  social support juga sudah terbukti dapat mengurangi tingkat stress yang dirasakan oleh individu [Asante, dalam Awang, Kutty and Ahmad, 2014]. Dan individu juga dapat merasakan bahwa keadaan yang sebelumnya dapat membuat stress, menjadi tidak lagi membuat stres [Sricastava dan angelo, 2009].

Berdasarkan beberapa penjabaran tentang keterikatan antara optimisme dan perceived social support tersebut, peneliti akhirnya memiliki dugaan bahwa hubungan antara optimisme dan perceived social support juga dapat ditemukan pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di UI.

Artikel Menarik Lainnya

Belajar adalah latihan atau pengalaman yang dialami dan menimbulkan adanya perubahan tingkah laku....

Manusia dikelompokkan menjadi 4 (empat) temperamen atau kepribadian menurut Teori...

Kekerasan berbasis gender sering dibayangkan hanya sebagai pemukulan atau luka yang terlihat....

Dalam percakapan sehari-hari, insecurity pada laki-laki sering disederhanakan menjadi “kurang...

 

INSAN-Q
Ruko Bonakarta Blok A No. 30
Masigit, Jombang,
Kota Cilegon,
Banten 42415

 

|   |   |   | |

 

INSAN-Q Home
Komp. BBS 3 Blok A4 No. 14
RT17/RW09, Ciwaduk,
Kota Cilegon,
Banten 42415