SEJARAH KONSELING

SEJARAH KONSELING

Konseling tidak dengan begitu saja menjadi profesi yang lengkap, melainkan mengalami perkembangan selama beberapa tahun. Begitu banyak orang mengaitkan konseling dengan sekolah atau bimbingan karena mereka tidak mengetahui dengan pasti evolusi dari konseling. Oleh sebab itu, untuk menghindari kesimpangsiuran, penting bagi kita semua untuk mengetahui dan memahami bagaimana alur sejarah dari konseling terbentuk. Konseling mulai berkembang sejak awal tahun 1990, ketika itu terjadi reformasi sosial dan pendidikan karena kondisi masyarakat yang sedang "sakit". Para aktivis sosial mendesak pemerintah agar bersikap humanis dalam memperlakukan masyarakat entah itu imigran, pengangguran ataupun orang yang terganggu secara mental. Para guru dan pembaharu banyak yang menjadi pionir dalam konseling yang disebut sebagai guidance. Mereka memfokuskan pembelajaran dalam pengembangan hubungan-hubungan intra serta interpersonal. Tujuannya adalah membantu masyarakat agar lebih bersikap peka dan menghargai diri sendiri, orang lain, dunia kerja, dan kehidupan bermasyarakat serta berwarga negara.

Tiga orang pionir yang berpengaruh karena jasanya dalam proses perkembangan konseling ialah Frank Parson, Jesse Davis, dan Clifford Beers. Kinerja mereka memengaruhi orang-orang diamerika dan berdampak global hingga saat ini. Frank Parson adalah orang yang mementingkan kepentingan konseling dan pengembangan karier, serta merupakan pendiri Boston's Vocational Bureu (Biro Kejuruan Boston) yang berdiri sejak tahun 1908. Dia membuat teori bahwa memilih lapangan kerja adalah persoalan menghubungkan tiga faktor, yaitu pengetahuan kerja, pengenalan diri, dan menggabungkan keduanya melalui "penalaran sejati" (Drummod dan Ryan, 1995). 

Clifford Beers memperhatikan pergerakan kesehatan mental, terutama dalam bentuk pencegahan. Beers pernah dirawat dirumah sakit jiwa akibat depresi sehingga ia mengetahui bagaimana tidak nyamannya kondisi disana. Pada akhirnya, Beers menghasilkan sebuah buku yang berjudul A mind That Found Itself. Buku tersebut dijadikan acuan sebagai usaha dalam rangka memperbaiki fasilitas mental sehingga penanganan terhadap penderita mental pada masa itu menjadi lebih baik. Karya Beers ini juga merupakan cikal bakal gerakan kesehatan mental di Amerika Serikat, juga kelompok advokasi saat ini, termasuk National Mental Health Association serta National Alliance for the mentally III (Glading, 2015). Sementara Jesse Davis melakukan pelayanan serta bimbingan dan konseling disekolah dengan sasaran bagaimana mengembangkan karakter dan pencegahan masalah sehingga murid dapat melewati peristiwa-peristiwa hidup dengan lebih efektif.

Apa itu konseling?. Begitu banyak pengertian dalam mendefinisikan arti dari konseling. Selam bertahun-tahun, istilah konseling mempunyai definisi yang membingungkan. Pada bulan Oktober 1997, Dewan Kehormatan American Counseling Association (ACA) baru mencetuskan definisi dari konseling yang cukup representatif. Menurut ACA, praktik konseling profesional adalah: Aplikasi kesehatan mental, prinsip-prinsip psikologis atau perkembangan manusia, melalui intervensi kognitif, afektif, perilaku atau sistematik: strategi untuk menangani kesejahteraan, pertumbuhan pribadi, atau perkembangan karier, serta patologis (American Counseling Council, 1997).

Siapa itu Konselor?. Pada dasarnya, konselor artinya orang yang memberikan konseling, akan tetapi, tidak semua orang bisa menjadi konselor. Terdapat beberapa sifat yang wajib dimiliki seorang konselor agar dapat membantu kliennya berubah. Seorang konselor harus bisa menempatkan diri dengan baik ketika melakukan pekerjaannya. Dalam subbab ini, akan dibahas karakteristik apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang konselor serta siapa saja yang bisa menjadi konselor (Lesmana, 2005).

Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa konseling merupakan profesi yang berkembang melalui perjalanan sejarah yang panjang, didorong oleh kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih humanis dalam membantu individu menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Perkembangan pemikiran para tokoh seperti Frank Parsons, Clifford Beers, dan Jesse Davis telah menjadi landasan penting bagi praktik konseling modern yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada upaya pencegahan, pengembangan potensi, kesehatan mental, serta peningkatan kualitas hidup individu. Oleh karena itu, memahami sejarah konseling menjadi langkah awal yang penting untuk mengenali hakikat profesi konselor dan peran strategisnya dalam mendampingi individu mencapai kesejahteraan psikologis, perkembangan diri, dan penyesuaian yang optimal di berbagai aspek kehidupan.

Artikel Menarik Lainnya

Anak-anak zaman sekarang menggunakan gadget seperti perpanjangan tangan mereka; sangat mahir,...

Keterlibatan orang tua merupakan aspek penting dalam pendidikan anak, karena orang tua merupakan...

Emosi merupakan kodisi mental yang disebabkan oleh perubahan neurofisiologis, yang terkait dengan...

Menjadi orang tua di era gadget memang tidak mudah. Namun, ada satu hal yang sering luput...

 

INSAN-Q
Ruko Bonakarta Blok A No. 30
Masigit, Jombang,
Kota Cilegon,
Banten 42415

 

|   |   |   | |

 

INSAN-Q Home
Komp. BBS 3 Blok A4 No. 14
RT17/RW09, Ciwaduk,
Kota Cilegon,
Banten 42415